10 Tips Membuat Killer Content

10 Tips Membuat Killer Content

Kalender editorial akan memakan waktu paling banyak dari Anda untuk menebaknebak apa yang harus Anda terbitkan setiap minggunya, tetapi Anda tetap harus membuat konten yang relevan, membantu, dan menyenangkan. Sementara Anda sudah mengetahui topik apa saja yang perlu Anda bahas atau personifikasi pembeli mana saja yang menjadi target, Anda masih harus memutuskan pendekatan yang perlu dilakukan untuk masingmasing blog post, webinar, ebook, dan potongan konten lainnya yang Anda buat.

Hanya sedikit dari kita yang cukup kreatif, dimana setiap saat siap dengan berbagai ide menarik untuk diangkat menjadi konten yang hebat. Publisher yang hebat menyadari hal ini, oleh karena itu mereka menggunakan trik, alat, dan template untuk membantu mereka membuat konten yang segar setiap minggunya. Berikut adalah 10 tips untuk membantu Anda dalam menyiapkan ide-ide konten menarik sehingga Anda tidak akan pernah kehabisan akal.

Tips #1 Ikuti perkembangan berita industri
Anda harus selalu berhubungan dan mengikuti berita dan tren yang berkaitan dengan industri Anda apabila Anda ingin menciptakan konten yang relevan dan tepat waktu. Situasi sekarang sangat kondusif bagi Anda untuk mudah mengikuti perkembangan berita meskipun banyak sekali jumlahnya di luar sana :
  • Berlangganan (subscribe) RSS feeds dari blogger yang mengulas tentang industri atau yang dapat menjangkau target audiens Anda.
  • Berlangganan berita (newsletter) di email dari penerbit niche yang mengulas tentang industri, termasuk vendor dan kompetitor Anda.
  • Atur Google Alert untuk keywords yang berkaitan dengan industri Anda, produk Anda, dan pain point dari target market Anda.
Dengan mengecek feeds ini setiap harinya, Anda akan menemukan banyak sekali ide untuk konten. Anda dapat menulis pendapat Anda mengenai beberapa headline yang sering dibahas atau menjelaskan alasan mengapa beberapa event patut diperhatikan oleh audiens Anda. Sebagai contoh, sebuah agen perjalanan (travel) dapat mengulas di blognya mengenai kondisi perekonomian Eropa yang sedang bergejolak dan dampak kondisi ini bagi traveler.

Tips #2 Memantau percakapan sosial
Social media memberi Anda akses untuk mengetahui apa yang sedang ramai dibicarakan oleh prospek Anda. Jika Anda mendengar dengan seksama, Anda akan menemukan banyak ide untuk konten baru. Tidak hanya itu, konten yang diperoleh dari percakapan sosial menunjukkan tipe informasi yang mudah didistribusikan atau disebarkan melalui social media.

Sebagai contoh, apabila Anda menemukan banyak orang yang menanyakan hal yang sama mengenai produk atau jasa yang Anda tawarkan, Anda dapat membuat konten yang dapat menjawab pertanyaan tersebut. Banyak orang mencari rekomendasi melalui Twitter atau Facebook dalam memilih vendor baru atau penyedia layanan. Jadi mengapa Anda tidak membuat sebuah ebook yang menyediakan saran, yang nantinya dapat Anda bagikan ketika seseorang mencari rekomendasi.

Agar Anda dapat lebih efisien dalam memantau percakapan sosial, Anda perlu memanfaatkan beberapa software pemasaran yang dapat membantu menyaring pembahasan atau diskusi yang Anda cari dan mengidentifikasi satu yang paling menarik bagi Anda. Anda dapat melakukannya dengan menggunakan beberapa tools seperti Hootsuite, Tweetdeck.

Tips #3 Rekrut sebuah tim sebagai Pencipta Konten
Apabila Anda sedang membaca ebook ini, kemungkinan Anda-lah yang mengambil bagian terbesar dalam menciptakan konten pemasaran inbound bagi perusahaan Anda, namun mungkin juga tidak demikian. Anda bisa memanfaatkan berbagai sumber dalam organisasi Anda. Orang-orang dari bagian teknik, dari bagian layanan pelanggan, manajer produk, dan bagian lainnya yang mempunyai peran unik dalam aspek penting bisnis Anda. Ajak rekan kerja Anda agar berkontribusi dengan:
  • Meminta mereka untuk menulis blog post secara berkala mengenai fungsi kerjanya
  • Mewawancarai mereka dan memposting video yang berisi sharing keahlian mereka
  • Mengundang mereka untuk membawakan presentasi atau menjawab pertanyaanpertanyaan di webinar.
Anda juga dapat menemukan ide konten dari luar organisasi. Banyak konten online bermunculan dengan adanya freelance writer atau editor yang akan bersedia menulis untuk blog atau ebook Anda. Anda dapat memilih topik spesifik yang ingin diangkat, gaya penulisan, target audiens yang ingin dijangkau, dan secara tipikal Anda tidak perlu membayar sampai artikel selesai dibuat.

Tips #4 Siapkan 'tabungan' konten dan 'bank' gaya penulisan
Menulis secara berkala adalah landasan yang penting bagi pemasaran inbound, jadi pastikan Anda mempunyai cukup banyak ide di tangan Anda untuk memperbarui blog Anda setiap harinya. Siapkan 'simpanan' daftar topik yang ingin Anda bahas. 'Bank' daftar gaya penulisan dapat menjadi strategi penulisan lainnya. 'Bank' gaya penulisan pada umumnya mencakup template penulisan dan ide desain yang dapat menghasilkan konten yang menarik.

Ide untuk 'bank' gaya blog Anda:
  • Daftar bulleted
  • Buku, film, dan review produk
  • Foto dan keterangan
  • Video
  • How-to-guides
  • Wawancara
'Bank' gaya penulisan dapat menjadi sumber yang baik ketika kontributor bagi blog dan penulis ebook Anda tidak tahu dari mana harus memulai ketika mereka diberi tugas untuk mengisi konten. 'Simpanan' Anda dapat sangat membantu saat kontributor menghadapi halangan ketika mengisi konten Anda.

Tips #5 Mengulas kembali konten yang sudah pernah diangkat
kembali, dimodifikasi, dan diterbitkan kembali dengan format yang berbeda. Biasakanlah untuk menemukan berbagai cara untuk mendistribusikan informasi yang sama dengan berbagai format yang berbeda.

Berikut beberapa ide terkait penggunaan kembali konten lama:

Mengkombinasikan tulisan lama dengan video baru untuk membuat sebuah video (multimedia) ebook.
Mengubah video ke dalam bentuk blog post atau ebook. Masing-masing video dapat dipakai sebagai dasar atau basis blog post dengan menyertakan link video bersama dengan beberapa contoh.

Gunakan pertanyaan dan komentar dari webinar untuk membuat ebook. Kemudian Anda dapat mengumpulkan sejumlah pertanyaan yang paling sering ditanyakan atau paling menarik bagi audiens dan mengajak tim Anda untuk bersama-sama memberi jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut. Jawaban tersebut dapat dipakai sebagai sebuah bagian dari konten yang dapat menjadi solusi bagi prospek.


Bagikan semua presentasi dari perusahaan Anda dalam berbagai format. Posting slide presentasi di SlideShare, meng-upload video pidato ke Youtube, dan buatlah posting di blog bersambung atau serial yang mengulas secara detil masing-masing poin yang dibahas selama presentasi.
Tips #6 Bawalah Kamera Video kemanapun Anda berada
Membuat konten video tidak memerlukan proses produksi secara besar-besaran. Sangatlah mudah untuk membuat video baru apabila Anda membawa sebuah iPhone atau device lainnya di tangan Anda.

Berikut beberapa ide video yang sederhana:

  • Apabila Anda menemukan sebuah pertanyaan di Twitter dan seseorang dari perusahaan Anda dapat menjawabnya, maka rekamlah jawaban tersebut ke dalam bentuk video dan tweet link video tersebut.

  • Selalu ingat untuk membawa sebuah kamera ke pameran perdagangan atau event industri lainnya dan rekamlah video singkat, seperti mewawancarai beberapa ahli dari industri yang terkait atau survey atas audiens. Sebuah ide yang sederhana lainnya, seperti menanyakan sepuluh orang untuk membagi pendapat mereka tentang hal-hal yang mereka temui atau pelajari selama pameran atau event, dapat diedit menjadi posting blog dengan video yang menarik.
Tips #7 Menulis Fitur tahunan dan Fitur terbaik 
Menyimpulkan, mengulas, dan melihat kembali ke belakang kejadian-kejadian menarik yang terjadi setahun terakhir adalah teknik klasik yang dipakai oleh penerbit majalah untuk mengisi halaman-halaman majalah mereka, terutama menjelang akhir tahun dan musim panas.

Temukan celah yang masih kosong dalam kalender editorial Anda untuk diisi dengan fitur-fitur,
seperti:
  • Kumpulan posting-posting blog yang paling populer dalam setahun, dibuat ke dalam sebuah ebook untuk diterbitkan setiap bulan Desember.

  • Daftar produk-produk unggulan dalam setahun bagi retail-retail pilihan (niche). Sebuah daftar bacaan untuk musim panas yang berisi buku-buku bisnis menarik bagi audiens B2B (business-to-business).
Ada beberapa topik yang memang mudah untuk dikumpulkan dan yang dapat menjangkau audiens yang lebih luas. Coba pikirkan beberapa daftar topik yang kreatif dan menarik untuk dikumpulkan, yang akan membantu Anda kelihatan lebih menonjol dibanding dengan kampanye pemasaran lainnya selama periode penjualan yang tinggi.

Tips #8 Melakukan Riset Orisinil
Pelanggan, prospek, blogger, dan wartawan yang biasanya memberi perhatian pada industri Anda akan menyukai data baru. Temukan cara untuk mengumpulkan informasi tentang penjualan terakhir Anda atau audiens Anda untuk membuat riset unik bagi audiens di niche Anda.

Sebagai contoh, sebuah retailer kopor online Suitcase.com membuat sebuah laporan mengenai kopor pelanggan melalui pengamatan (survey) pelanggan dan preferensi kopor yang mereka pakai. “Orang-orang memberi respon secara cepat dan memberitahu kami (kopor) apa yang mereka cari,” jelas John Ebb, CEO dari Suitcase.com. Menurut studi kasus MarketingSherpa, traffic di blog milik Suitcase.com melonjak lima kali lipat setelah laporan tadi diterbitkan.

SurveyMonkey dan SurveyGizmo memberi Anda kemudahan untuk melakukan survey atas audiens Anda secara online. Namun apabila Anda tidak ingin membuat survey,Anda juga dapat mencari data penjualan untuk menemukan tren menarik dalam pasar Anda, seperti produk Anda dengan penjualan tertinggi, penyebaran (distribusi) geografi dari pelanggan Anda, kebiasaan berbelanja pelanggan (waktu dalam hari, hari dalam minggu, dan sebagainya), atau demografi pelanggan Anda.

Tips #9 Melihat keluar atau melewati batas industri dan audiens Anda
Relevan tidak berarti Anda hanya dapat menulis mengenai topik pilihan bagi audiens pilihan (niche) Anda. Faktanya, melihat lebih jauh dari niche Anda justru membantu Anda melihat koneksi yang bermanfaat antara hal-hal yang tidak berkaitan tapi bisa menjadi inspirasi yang menarik.

Seorang peneliti social media, Dan Zarella menyebut konsep ini sebagai “kombinasi relevansi” dan merekomendasikan hal ini sebagai cara untuk membuat konten yang akan memperoleh perhatian massa.

Lagipula, pelanggan dan prospek Anda memiliki banyak sekali minat yang berbeda, sehingga ketika Anda menawarkan sesuatu yang berkaitan dengan minat mereka dengan cara yang mengejutkan, Anda sesungguhnya memperoleh peluang untuk mendapat perhatian dari orang-orang yang peduli mengenai hal tersebut.

Bukalah mata Anda kemanapun Anda melangkah untuk menemukan contoh nyata kombinasi relevansi tersebut. Seperti suatu pengalaman buruk dengan penerbangan akibat pembatalan jadwal terbang dapat mengundang perhatian pada suatu posting di blog terutama mengenai pentingnya layanan pelanggan. Sebuah film populer mungkin dapat menginspirasi Anda untuk membandingkan karakter-karakter dalam film dengan produkproduk yang Anda jual. Jika Anda melihat pelatih dari tim sepakbola favorit Anda salahM melakukan pengambilan keputusan, coba bayangkan hal tersebut terjadi di manajemen bisnis.

Ada berbagai kemungkinan yang tidak terbatas apabila Anda melihat dunia ini sebagaibahan bakar atau sumber inspirasi bagi konten pemasaran Anda.

Tips #10 Simpanlah sebuah daftar konten yang masuk dalam kategori Evergreen (tidak aus oleh perubahan waktu)
Tidak semua hal dapat dijadikan cerita yang menarik, tren terkini, atau buzz terkini di social media tidak selalu menarik. Nyatanya, terkadang Anda merasa tidak dapat menemukan hal baru untuk diulas.

Pada saat-saat seperti ini, berpaling kepada konten evergreen akan sangat membantu. Konten evergreen selalu mencakup pilihan topik yang selalu menarik bagi audiens Anda, terlepas dari tren musiman, kondisi perekonomian, atau faktor eksternal lainnya. Misalnya, beberapa topik evergreen meliputi:

Gagasan untuk menghemat waktu atau uang
Kesehatan pribadi dan saran kebugaran
Artikel yang mencakup permasalahan umum bagi audien
Artikel-artikel inspirasional

Topik-topik evergreen tidak hanya membantu Anda mengisi celah dalam kalender editorial Anda, namun juga merupakan aset yang sangat berharga bagi pemasaran inbound Tipe konten ini bisa secara berkelanjutan menyetir traffic website Anda selama beberapa bulan atau malah beberapa tahun, selama ada audiens di luar sana yang mencari saran-saran yang dapat Anda bagikan.
Share on Google Plus

About Muhammad Ismail

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Post a Comment