2 FAKTOR TERBESAR PENYEBAB NILAI KONVERSI PENJUALAN RENDAH


 KONVERSI PENJUALAN
1. SalahIkan/SalahKolam

Mancing ikan kakap koq dikolam mujahir. Beda pancing, beda umpan, nihil hasilnya. Misalnya, menyebar brosur untuk bimbel kelas menengah atas, disekolah-sekolah menengah kebawah.
Anggap saja Anda berhasil menarik minat mereka dengan brosur yang Andajual. Tapi apa jadi nya setelah mereka datang kebimbel Anda, ehhh harganya selangit (menurutmereka).

Jadi jangan disalahkan bagian penjualan yang tidak pandai closing, tapi bagian promosi yang mengundangikan ditempat yang salah!

Untuk menghindari kasus seperti itu, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, antara lain :

1. Pastikan 'kolam' tempat Anda promosi sama dengan target pasarAnda.
2. Jika belum terlambat memilih lokasi, dekatkan lokasi usah aAnda disekitar kolam ikan yang menjadi target pasar Anda.
3. Gunakan kail dan umpan yang sesuai dengan ikan yang akan dipancing. Misalnya, kelas mid-low: MP3 player, mid-high: Ipad(untuksaatini, tahun2011).
4. Desain brosur dan kontennya juga akanmenjadi penyaring selera kelas tertentu.
5. Diskon atau harga miring perlu dicantumkan, jikaAnda bermain dikelas bawah. Untuk kelas yang tidak sensitif terhadap harga, image dan kualitas adalah yang utama!

2. Terlalu Cepat Clossing Sebelum Trusting

Kemudian mengulangi, dengan meringkas apa yang diperlukannya, "Jadi bapak mencari sebuah produk yang a,b,c...." (YA kecil keYA besar). Pastikan pertanyaan-pertanyaan diatas menggiring dia untuk menjawab "Ya, ya, ya dan ya!", tapi jangan lebih dari 5, bosan tau!

Setelah itu, tutup dengan closing, "Kebetulan sekali produk yang bapak perlu kan pas sekali dengan yang kami miliki.."(contoh saja)

INGAT! Jangan banyak nerocos, "pokok nya harus beli", kecuali menjual produk yang tidak perlu repeat order dan word of mouth. Closing dalam penjualan adala hakibat dari sebuah proses pendekatan, jangan memaksakan diri untuk closing sekali ketemu atau telepon.

Ada kalanya buat alasan-alasan untuk sering-sering kontak, misal: "saya akan email ke bapakdahulu, baru saya telepon lagi ya bapak...?"

Semakin Anda sering punya alasan yang "seolah tidak sengaja" untuk berkomunikasi, semakin bawah sadar mereka terikat dengan Anda.

Apalagi jika Anda sering 'menanam', maka Anda akan memetik hasilnya.


Share on Google Plus

About Muhammad Ismail

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Post a Comment