TIPE PEMBELI DI BLACKBERRY

TIPE PEMBELI DI BLACKBERRY

Bab ini akan membahas tentang hal-hal yang sering kita temui saat melakukan transaksi jual-beli di BlackBerry. Mereka adalah orang-orang yang membeli produk kita. Ada yang menyenangkan, ada juga yang menyebalkan. Ya begitulah… Mau bagaimana lagi, kita tidak bisa mengubah sifat dan karakteristik mereka. Kita hanya bisa mengubah respon sikap kita terhadap mereka. Mari kita mulai…

Kenapa Harus Tahu Tipe Pembeli?
Alasan utamanya sebenarnya hanya ada satu, yaitu CLOSING! Tapi pada kenyataannya di lapangan, kita tidak bisa memaksakan semua transaksi jual-beli harus closing. Justru semakin dipaksakan untuk closing, akan membuat reputasi dan kredibilitas kita semakin jelek di mata mereka. Mereka berpikir, “Ini orang kok maksa banget sih jualannya… Sumpah BT banget”. Selain seperti itu, bisa jadi mereka memang benarbenar
tidak membutuhkan produk kita, sehingga mereka tidak beli.

“Jangan pernah paksa orang lain beli produk Anda, jika Anda tidak mengenal mereka…”
Walaupun demikian, dengan kita mengenal berbagai tipe pembeli, sedikit banyak akan membantu kita dalam merespon berbagai keadaan dan tipe pembeli yang berbeda-beda. Kita akan lebih mengenal siapa mereka. Harapannya tidak muluk-muluk, mereka nyaman dengan kita, beli produk kita, dan terus repeat order ke kita. Sepakaaat…?

Pembeli adalah Raja. Yakin?
Banyak orang yang mengatakan bahwa pembeli adalah raja. Kata siapa??! Saya pribadi sangat tidak setuju. Yang namanya transaksi jual beli adalah win-win solution. Kalau kita gunakan istilah pembeli adalah raja, seakan-akan kita rugi, dia untung. Nggak banget…

Kalaupun ada yang masih keukeuh beranggapan bahwa pembeli adalah Raja, oke bolehlah… Namun kita harus menganggap bahwa diri kita adalah Ratunya, yang MAMPU MENENANGKANNYA DALAM KONDISI APAPUN JUGA. Paham kan maksud Saya?
TIPE PEMBELI DI BLACKBERRY
Dengan mengenal tipe-tipe pembeli, kita akan punya banyak strategi dalam meghadapi berbagai ‘raja’ yang punya karakter berbeda-beda. Ya minimal kita akan tahu harus bersikap seperti apa kepada mereka. Tak hanya itu, kita pun bisa memberikan pelayanan maksimal agar mereka benar-benar mendapatkan apa yang mereka mau.
“Pelayanan yang maksimal saja belum tentu menghasilkan penjualan, apalagi pelayanan yang seadanya”
 
5 Tipe Pembeli di BlackBerry

1. Brengsek
Mereka adalah pembeli yang sangat tidak kita harapkan keberadaannya. Lebih baik tidak mengenal mereka daripada harus bertransaksi dengan mereka.
2. Menyebalkan
Mereka seringkali membuat kita tersinggung dan sakit hati. Tapi tipe ini masih mending dibandingkan dengan tipe pertama.
3. Rewel
Mereka biasanya banyak tanya, cerewet, plin plan, dan lainlain. Kunci menghadapinya hanya satu, SABAR…
4. Hemat
Mereka sangat perhitungan, sangat detil, ingin tahu lebih banyak manfaatnya, dan lain-lain.
5. Asyik
Mereka orangnya asyik. Merekalah yang kita harapkan. Untuk lebih jelasnya, mari kita bahas satu per satu…

BRENGSEK
bingung harusmenggunakan kata apa yang paling pas untuk menunjukkan karakter tipe ini. Saya menjatuhkan pilihan pada sebutan, “Brengsek”. Kenapa segitunya?

Ya memang mereka begitu. Bayangkan saja… Jika ini terjadi pada Anda, apa yang Anda rasakan jika mereka menipu Anda? Apa yang Anda rasakan jika mereka mengambil satu per satu customer Anda dan beralih ke kompetitor Anda? Apa yang Anda rasakan…? *nyesek!*

Apa saja ciri-ciri pembeli tipe Brengsek? Bagaimana cara mengatasinya?
Suka Nipu
Mereka mengatakan bahwa mereka sudah transfer ke rekening Anda, tapi nyatanya sebenarnya belum. Ketika dikonfirmasi, mereka keukeuh bilang sudah transfer, padahal kenyataannya uangnya belum masuk ke rekening Anda. Ketika Anda minta bukti transfer darinya, mereka banyak alasan dan tidak memberikan bukti transfernya ke Anda. Alhasil mereka adalah penipu.
Solusi:
Tinggalkan mereka. Jangan terlalu lama berkomunikasi dengan mereka. Delcont saja pin BB nya. Doakan mereka segera taubat….
Nyuri Customer Anda, Pindah ke Kompetitor
Mereka sebenarnya bukan pembeli produk Anda. Mereka hanya berpura-pura menjadi pembeli produk Anda. Itu adalah strategi mereka. Misalnya mereka meminta kepada Anda untukmemasukkan mereka ke grup BB Anda. Setelah masuk grup, mereka akan invite satu per satu customer Anda yang lainnya di grup BB tersebut. Lama kelamaan mereka akan leave grup dan akan menghubungi customer Anda satu per satu untuk beli produk mereka.

Solusi:
Anda tidak bisa mencegah orang-orang seperti ini. Apalagi jika Anda menggunakan grup BB sebagai channel penjualan. Mereka bisa masuk sesukanya, dan keluar sesukanya. Anda hanya bisa lebih selektif dalam memilih siapa saja orang-orang yang layak masuk grup. Atau jangan-jangan, Anda juga termasuk
orang tipe ini ketika bertransaksi dengan yang lainnya? *plak!*

MENYEBALKAN
Saya yakin Anda pernah berhadapan dengan tipe pembeli yang
menyebalkan. Alhasil orang-orang seperti mereka telah berhasil
membuat emosi Anda naik dan bawaannya ingin marah, walaupun
masih jauh lebih baik dibandingkan tipe Brengsek tadi.

Apa saja ciri-ciri pembeli tipe Menyebalkan? Bagaimana cara mengatasinya?
Hit & Run
Apakah Anda pernah berhadapan dengan orang yang sudah janji mau beli, tapi pada akhirnya nggak beli-beli? Nah itulah yang disebut dengan hit & run. Di- SMS nggak dibales, di-BBM nggak diread, ditelepon nggak diangkat. Aduuuh…. PHP banget dah!
Solusi :
Jangan buang-buang waktu menghadapi tipe ini. Boleh Anda ingatkan seperlunya saja. Selebihnya, jika memang tidak ada kabar juga, tinggalkan saja. Masih banyak orang yang membutuhkan produk Anda. Yakin deh…

Curigaan
Walaupun itu sebenarnya hal yang wajar, tapi terkadang menyebalkan juga. Misalnya, “Mba, ini beneran dikirim kan nanti, mba gak nipu kan?” Wah wah wah…. belum apa-apa sudah dituduh macam-macam. Dalam hati ingin nuntut dia dengan tuduhan pencemaran nama baik tuh. *heu*

Solusi :
Pasang testimoni yang bisa dipercaya dalam Display Picture. Cantumkan juga nomor telepon Anda di Display Name Anda agar mereka bisa menghubungi Anda langsung untuk membuktikan bahwa Anda itu orang baik-baik.
Nanya Doang!
Tipe ini sukanya hanya tanya-tanya tentang produk kita termasuk harga, ongkos kirim ke tempat dia, dan lain-lain. Setiap kita menawarkan produk baru tapi tidak pernah melakukan pembelian. Misalnya…
Pembeli : “Ih barangnya lucu banget sist, berapaan harganya?
Anda : “Rp 35.000 sist”
Pembeli : “Ongkirnya berapa sist? Pengeeen...”
Anda : “Kemana?”
Pembeli : “Ke Sorong Papua sist”
Anda : “Rp. 86.000”
Pembeli : “Ya sist, mahalan ongkirnya. Nggak jadi deh…”

Solusi:
Anda minta dia cek sendiri ongkos kirim di website jasa pengiriman yang Anda gunakan. Atau Anda minta rekomendasi dari dia jasa pengiriman apa yan cocok dan murah ke kota mereka. Biarkan dia yang menentukan sendiri.
Sudah Keep Barang, Tapi Nggak Jadi Beli
Mereka pilih barang “A” dan janji akan segera transfer. Karena Anda tidak ingin kehilangan stok barang tersebut, akhirnya Anda beli barang yang mereka inginkan ke supplyer dan keep barang tersebut. Setelah Anda konfirmasi ulang ke pembeli, mereka bilang, “Mas nggak jadi beli kayanya…”. Bayangkan… bagaimana nggak nyesek, Anda sudah keluar duit pesankan barangnya ke supplyer, eeeh nggak jadi beli. *ngelus dada*
Solusi:
Sebelum dia benar-benar transfer, pastikan Anda tidak keluar uang sedikitpun walaupun untuk keep barang yang dia pesan. Ini untuk meminimalisir risiko. Minta agar dia transfer terlebih dahulu. Minta bukti transfernya dan kirim melalui BBM. Jika bukti transfer sudah Anda terima, baru Anda bisa pesan barang yang dia inginkan ke supplyer Anda. “Kalau stok barangnya keburu habis bagaimana?” Salah dia juga, kenapa nggak buru-buru transfer… Kalau dia segera transfer, pastinya Anda juga bisa segera keep barang tersebut. 

REWEL
Diantara tipe-tipe lain, Saya yakin Anda paling sering menghadapi tipe ini. Lagi-lagi mereka menguji kesabaran Anda. Sabar…

Apa saja ciri-ciri pembeli tipe Rewel? Bagaimana cara mengatasinya?
Cerewet
Tipe ini adalah tipe yang sangat hati-hati. Dia bertanya tentang produk yang ingin dia beli. Sampai semua produk yang kita jual ditanyakan, alias cerewet. Walaupun ujung-ujungnya akhirnya hanya membeli 1 produk saja. Misalnya…
Pembeli : “Sist, yang di DP berapa?”
Anda : “Rp 125.000”
Pembeli : “Adanya warna apa aja?”
Anda : “Pink, kuning, ungu, hijau…”
Pembeli : “Selain ini ada yang lain?”
Anda : “Ada sist, mau yang apa?”
Pembeli : “Coba lihat semua...”
Anda : (sending picture)
Pembeli : “Yang ini berapa?
Anda : “Rp 145.000”
Pembeli : “Yang ini?
Anda : “Rp 180.000”
dan seterusnya. Akhirnya…
Pembeli : Beli yang ini aja deh. *gubrak!*
Solusi:
Ikut saja flow dia. Apa sebenarnya yang dia inginkan. Bersabarlah… Gunakan teknik closing yang akan Saya bahas pada bab selanjutnya.
Plin Plan
Tipe ini suka gonta-ganti pesanan dalam beberapa menit saja. Padahal kitanya sudah terlanjur pesan sama supplier kita karena kalau kita tidak pesan dulu ke supplier nanti keburu habis. Dampaknya, kita harus memohon maaf kepada supplier kita meminta pengertian kalau kita punya pembeli yang plinplan.
Solusi:
Berikan keyakinan kepada pembeli setiap kali dia memilih produk tertentu. Katakan juga bahwa produk yang sudah diplihB tidak bisa ditukar dengan warna atau barang lain.
Tidak Sabaran
Pernah nggak, saat orang lain ingin membeli produk Anda, mereka malah justru marah-marah kepada Anda. Misalnya, “Lama amat sih balesnya? Niat jualan gak sih?”. Atau kalau nggak seperti itu, biasanya ditandai dengan “PING!!” berkalikali selama kita belum melayaninya. Padahal yang namanya manusia, kita juga terkadang nggak selalu pegang BB. Ada keperluan-keperluan yang harus kita kerjakan selain melayani
mereka. Betul kan?

Solusi :
Kalau memang Anda sedang sibuk dan tidak bisa fast response, buatlah tanda “busy” dalam status Anda. Perjelas dengan tulisan, “Maaf, slow respon…”, dan lain-lain. Anda juga bisa menyediakan waktu khusus untuk menghubungi mereka, misal malam hari pukul 18.00 sampai 24.00 WIB. Dengan demikian kegiatan-kegiatan Anda tetap berjalan lancar dan tidak terganggu. Anda pun bisa fokus melayani mereka saat waktunya tiba.

Nggak Sabar Menunggu Pengiriman
Bedanya dengan tipe Brengsek dan Menyebalkan, tipe ini sudah melakukan transfer ke rekening Anda. “Mba, barangnya kok gak nyampe-nyampe sih?” Mau nipu ya?” Zzzzzz.... Padahal kita sama sekali tidak bisa mengendalikan lama atau cepatnya pengiriman yang dilakukan oleh jasa pengiriman yang kita pilih, kok jadi kita yang kena?

Solusi :
Setelah barang dikirim, berikan nomor resi pengirimannya. Kalau memang terjadi demikian, Anda bantu mereka hubungi kantor pusat. Jangan buang nomor resi sebelum barang benarbenar terkirim. Kalau mereka masih tidak percaya juga, berikan nomor kantor pusat dari jasa pengiriman yang Anda pilih. Mintalah customer untuk menghubungi nomor tersebut untuk
lebih meyakinkan mereka.

HEMAT
Orang-orang tipe ini terlalumemperhitungkan untung rugi dan memanfaatkan setiap hal yang akan
dibelinya. Pembeli tipe ini memang harus memperhitungkan seberapabesar manfaat yang akan diperoleh
jika membeli produk itu. Tak hanya itu, mereka pun cenderung ingin menghemat pengeluaran mereka. Walaupun sebenarnya mereka tipe yang bagus untuk produk Anda. Setiap orang bahkan kita juga pasti memiliki sifat seperti ini, yaitu hemat…

Apa saja ciri-ciri pembeli tipe Hemat? Bagaimana cara mengatasinya?
Minta Diskon
Hehehe… Saya yakin Anda paling sering berhadapan dengan pembeli yang seperti ini. Bawaannya ingin minta diskon mulu. Padahal kita pun sudah mengambil margin sedikit.

Solusi :
Untuk menyiasatinya, tawarkan edisi ekonomis dari produk kita dengan harga lebih murah. Atau jika Anda sulit melakukan penyesuaian terhadap produknya, Anda bisa menyiasatinya  dengan menawarkan jasa pengiriman dengan tarif yang lebih
murah.

Tanya Manfaat
Mereka menanyakan manfaat detilnya untuk apa. Apakah manfaat produknya akan membantu dia dalam menyelesaikan masalahnya atau tidak? Apakah manfaat produknya dapat membantu dia dalam mencapai impiannya atau tidak? Dan lain-lain…

Solusi:
Siapkan penjelasan yang sangat detil dan lengkap. Simpan di AutoText BB Anda. Sampaikan manfaat dan fungsi setiap produk kepada konsumen sedetil mungkin.

Perhitungan
Karena tipe ini sangat hemat, selisih Rp 1.000 saja diperhitungkan. Pastikan data uang yang harus dikirim sesuai. Jangan lebih, jangan kurang.

Solusi:
Cek terlebih dahulu data uang yang harus dia kirim sebelum Anda menginfokannya ke mereka.

ASYIK
Inilah tipe pembeli yang paling ditunggutunggu. Semua orang menginginkan tipe ini. Mereka orang yang asyik. Berikut adalah ciri-ciri mereka:
Beli Banyak
Langsung Transfer
Nggak Banyak Nawar
Nggak Banyak Tanya
Nggak Minta Diskon
Nggak Minta Bonus
Nggak Minta FREE Ongkir
Terus-terusan Beli
Ngomong Kemana-mana
Bayangkan… Kalau semua pembeli Anda adalah tipe ini, Anda pasti bahagia bukan?

Fokuslah pada Mereka…
Setelah Anda tahu dan mengenal berbagai tipe pembeli, maka Anda sudah harus bisa mengambil sikap dan tindakan untuk melayani mereka sesuai dengan tipe-tipe pembeli Anda. Dibutuhkan kesabaran tingkat tinggi untuk bisa mengenal dan menghadapi mereka. Tapi jika Anda sudah terbiasa, maka tidak akan susah lagi.
Tugas Anda selanjutnya adalah mencari SIAPA SAJA PENYUMBANG OMSET TERBESAR UNTUK BISNIS ANDA.

Fokuslah pada mereka yang memberikan kontribusi Omset besar untuk bisnis Anda. Jangan buang waktu Anda berlama-lama menangani mereka yang hanya beli sedikit, apalagi tidak beli sama sekali. Fokuslah pada mereka yang…
Asyik saat melakukan transaksi
Closing dalam jumlah yang banyak
Terus-terusan beli produk Anda
Suka mereferensikan teman-temannya untuk beli produk Anda
Terlepas apapun tipe mereka, tapi jika mereka bisa menjadi penyumbang Omset terbesar, fokuslah pada mereka….
Share on Google Plus

About Muhammad Ismail

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Post a Comment