6 Tahap Membangun Komunitas Maya


Menurut Romi Satria Wahono dalam blog pribadinya, membangun komunitas di dunia maya adalah hal unik dan menantang. Mengapa dikatakan demikian? Komunitas di internet adalah kumpulan orang-orang yang mudah menyatu sekaligus mudah terpisah. Perekat antar anggota komunitas sangat tipis.

Beliau menyebutnya sebagai ISeSoSBI. Singkatan dari Identification - Segmentation - Solution - Selling - Branding - Innovation.

1. Identification
Mengidentifikasi segenap potensi dan kempetensi yang kita miliki adalah langkah pertama. Anda harus bisa membedakan antara potensi dan kompetensi. Potensi mengacu kepada kemampuan yang Anda miliki, sedangkan kompetensi lebih kepada daya saing yang Anda miliki di satu bidang. Boleh jadi potensi Anda ada di bidang penulisan. Tapi siapa sangka justru kompetensi Anda adalah menjadi seleblogger sekaligus selebritis dunia entertainment. Who knows!

Selain itu, patut Anda identifikasi pula potensi yang dimiliki kawan ngeblog Anda. Tujuannya apa? Siapa tahu suatu saat Anda berpeluang bergabung dengannya dalam sebuah join venture. Jika sejak awal Anda telah mampu mengidentifikasi poin-poin penting yang dimilikinya, tentu hal tersebut menjadi nilai plus dalam JV tersebut.

2. Segmentation
Anda harus paham segmentasi yang sedang Anda hadapi. Tentu Anda tidak mau menyamaratakan antara komunitas blog penggila sepakbola dengan blog marketing. Setiap tema blog memerlukan cara yang unik dan berbeda untuk menaklukkannya. Disinilah Anda dituntut jeli menganalisa karakter masing-masing blog.

3. Solution
Setelah mberhasil memetakan segmentasi blog, tentu saja Anda akan mendapati kenyataan bahwa setiap komunitas memiliki permasalahan yang unik. Cobalah menjadi trend setter dengan memberi solusi alternative yang mampu menjawab berbagai permasalahan yang ada.

4. Selling.
Selling disini tidak berarti menjual sebuah barang atau jasa lalu mendapatkan imbal balik sejumlah uang. Selling yang dimaksud adalah kemampuan menjual solusi atas permasalahan yang sedang dihadapi. Harus dijelaskan pula manfaat dan fitur solusi yang anda tawarkan.

5. Branding
Seperti telah saya sebut di atas, daya jual problem solving yang Anda tawarkan akan semakin tinggi bila Anda memiliki branding yang bagus. Sebaliknya, lemahnya branding yang dimiliki seseorang akan berimbas kepada usaha yang lebih besar dalam meyakinkan public.

6. Innovation
Setelah solusi berhasil Anda ciptakan, branding juga sudah didapat, maka satu hal yang wajib anda lakukan secara kontinyu adalah inovasi. Inovasi bisa dilakukan dengan beragam metode. Dari yang moderat hingga radikal.

Share on Google Plus

About Muhammad Ismail

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

1 comments: