Strategy Membuat Killer Content

Lakukan Audit Atas Konten
Sekarang setelah Anda telah membangun personifikasi pembeli dan mengembangkan pemahaman yang lebih baik atas audiens Anda, jangan terburu-buru untuk membangun konten yang baru bagi mereka. Sebaliknya, lakukan audit formal atas konten yang sudah ada.

Audit atas konten adalah cara yang baik untuk mengetahui sebaik apakah Anda telah merespon atau menanggapi topik-topik yang penting bagi audiens Anda. Melakukan audit atas konten yang sudah ada dapat membantu Anda menemukan celah untuk diisi dengan konten yang baru, atau identifikasi bagian penting dari konten yang dapat diangkat kembali dengan format berbeda sehingga dapat menjangkau lebih banyak prospek.

Untuk melakukan suatu kegiatan audit, kumpulkan dan uji semua konten yang telah Anda bangun selama ini, semuanya dapat diperoleh dari posting di blog, dari podcasts sampai ebooks, video dan lainnya. Buat sebuah spreadsheet yang berisi daftar atas semua hal dalam sesuai judul dan beri label seperti di bawah ini:
  • Tipe konten
  • Topik yang dikuasai
  • Personifikasi pembeli
  • Tanggal pembuatan
  • Leads/customer
Selanjutnya, pelajari spreadsheet tersebut untuk membuat pattern: Apakah konten Anda tidak berisi tulisan atau konten yang mudah dipahami, seperti video atau webinars? Apakah ada topik-topik yang sering Anda angkat sebagai konten? Apakah Anda selama ini terlalu fokus dalam membangun konten untuk sekelompok personifikasi pembeli tertentu dan mengabaikan kelompok lainnya? Topik apakah yang secara umum memberikan hasil yang lebih baik bagi tipe konten tertentu?

Melakukan audit pada konten dan menganalisa hasil dapat membantu Anda membuat daftar tujuan dan petunjuk dalam pembuatan konten berikutnya, seperti meningkatkan produksi video, mengembangkan konten bagi kelompok personifikasi tertentu, atau mengidentifikasi daftar topik selanjutnya bagi webinars atau ebooks di masa depan.

Memetakan Konten ke dalam Siklus Pembelian
A. Identifikasi Siklus Pembelian
Konten memainkan peran kritis dalam setiap tahap dalam proses pemasaran inbound, dimulai dari kesadaran (awareness) atas perusahaan Anda, dalam mengubah prospek menjadi pelanggan. Namun tipe konten yang seharusnya Anda gunakan untuk mencapai masing-masing tujuan seringkali berbeda satu sama lainnya, dimana berarti Anda harus memastikan Anda membangun konten untuk masing-masing tahap dalam siklus pembelian.

Pertama, pertimbangkan personifikasi pembeli dan pelajari hasil dari usaha pemasaran yang telah Anda lakukan sebelumnya guna mengidentifikasi tahapan penting apa saja yang dilalui oleh prospek sebelum menjadi pelanggan. Berikut adalah empat tahap tipikal dari siklus pembelian:

1. Kesadaran (awareness)
Prospek baru mengenal merek Anda atau baru menyadari kebutuhan akan produk atau jasa Anda.

2. Melakukan Riset / Edukasi (Research / Education)
Prospek mengetahui adanya masalah dan melakukan riset untuk mencari solusinya termasuk produk atau jasa yang Anda tawarkan.

3. Melakukan Perbandingan / Pengesahan (Comparison / Validation) 
Prospek menguji pilihan solusi dan mulai mempersempit daftar vendor (penyedia solusi).

4. Pembelian (Purchase)
Prospek memutuskan dari pihak manakah ia akan membeli.

B. Pemetaan Konten Anda
Selanjutnya, Anda harus melakukan identifikasi tipe konten dan channel terbaik yang akan membawa konten kepada audiens Anda pada tiap tahap dalam siklus pembelian.

Tentunya, prospek terbiasa terlibat dengan channel tertentu sepanjang proses pembelian, seperti membaca posting di blog atau mengikuti perkembangan merek Anda melalui social media tertentu. Namun, pembelajaran dalam pemasaran menunjukkan bahwa tipe konten tertentu memainkan peran penting pada tahap spesifik dalam proses keputusan pembelian.

Berikut adalah pemetaan proses pembelian beserta tipe konten:
Strategy Membuat Killer Content
BERSAMBUNG KE BAGIAN 3
Share on Google Plus

About Muhammad Ismail

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Post a Comment