APA ITU HABIT

Habit adalah tindakan yang kita lakukan tanpa harus berpikir seolah-olah dikerjakan secara otomatis. Hidup
kita terdiri dari sekumpulan habit. Banyak hal yang kita lakukan dikerjakan tanpa beban karena sudah
menjadi kebiasaan.

Anda tidak pernah lupa menyikat gigi saat mandi pagi. Beberapa orang otomatis akan meraih handphone jika bosan. Beberapa yang lain akan menyulut sebatang rokok begitu selesai makan.

Semuanya dikerjakan otomatis karena sudah menjadi rutinitas. Itulah habit.

Ada bagian otak manusia yang juga dapat ditemukan di kepala ikan, reptile dan mamalia lainnya. Bagian ini
bernama galia basal. Hasil penelitian menyatakan bahwa bagian ini pusat pengingatan pola-pola kebiasaan di saat bagian otak lain tertidur.

Anda tidak begitu saja bisa mngendarai kendaraan bukan? Saat pertama kali belajar, anda sangat sadar
bagaimana memindahkan gigi, mengerem, dan memberi rambu saat berbelok. Namun kini anda bisa melakukannya sambil ngobrol, mendengarkan musik, atau bahkan melamunkan hal lain.

Mengapa ada orang kaya bertambah kaya dan ada juga orang miskin bertambah miskin? Karena mereka
bertahan dengan habitnya. Orang kaya yang bangkrut akan melakukan kebiasaan-kebiasan dan mindset ala
orang kaya sehingga kembali menjadi kaya.

Sementara kebanyakan dari mereka yang miskin, akan selalu diselimuti keraguan dan mindset konsumtif, sehingga berapapun uang yang dimiliki tidak menjadikannya kaya. Berawal dari mindset lalu ke habit.

Kesuksesan seseorang bukanlah takdir yang sudah diketuk palu, namun terlahir dari serangkaian action
yang berpola dan dilakukan setiap hari hingga menjadi habit yang menjadikannya sukses.

BAGAIMANA HABIT BEKERJA
Habit bisa dibentuk, diubah, ataupun dihilangkan. Anda bisa mengecilkan berat badan tanpa perlu
berpuasa belasan jam setiap hari. Anda bisa berhentimerokok dengan konsisten dan yang pasti bukan
karena peringatan ‘Rokok Membunuhmu’.

Anda bisa melakukan hal-hal yang ingin anda jadikan kebiasaan jika tahu bagaimana sistemnya bekerja.
Dan ternyata itu mudah.

Disadur dari buku The Power of Habit, ada 3 poin yang membuat habit bekerja: Reminder, Routine,
dan Reward (3R). 3R ini berada dalam Lingkar Habit yang selalu berulang tanpa henti.
HABIT
Reminder : Kondisi pemicu yang memberitahu otak untuk melakukan sesuatu secara otomatis.
Routine : Rutinitas yang dikerjakan tanpa perlu dipikirkan lagi. Bisa berupa fisik, mental, ataupun emosi.
Reward : Pencapaian ‘kepuasan’ setelah melakukan routine dan akan diingat otak untuk masa depan.
Urutannya Reminder  Routine  Reward  (kembali lagi ke awal)

Saya akan berikan satu contoh bagaimana cara berhenti merokok.
Ada beberapa pemicu (Reminder) sebelum perokok akhirnya merokok:
1. Habis makan.
2. Sedang tidak ada aktivitas.
3. Bosan.
4. Minum kopi.
5. Udara dingin.
6. Suntuk banyak pikiran.
7. Sedang bersama teman-teman yang juga perokok.

Mungkin ada pemicu lain, masing-masing perokok punya Remindernya masing-masing. Setelah Reminder terpatik, perokok akan menyulut rokoknya. Inilah yang disebut Routine.

Apa yang terjadi setelah merokok adalah Reward yang mereka dapatkan. Untuk yang merokok setelah
makan, hilangnya rasa eneg adalah rewardnya. Untuk yang merokok di cuaca dingin, rasa hangat adalah
rewardnya.

Setiap Reminder akan menghasilkan Reward yang berbeda.

Lalu bagaimana cara menghentikan habit merokok? Jangan ubah Reminder dan Rewardnya, tapi UBAH
Routine-nya.

Contoh saat selesai makan, anda berharap rasa eneg hilang., makanya merokok. Untuk itu, lakukan
Rotuine baru yang berefek rasa enegnya hilang. Misalnya mengunyah permen.

Kunyah permen setiap sehabis makan. Itu saja. Maka solusi untuk Reminder dan Reward pertama berhasil.
Tapi jika setelah mengunyah permen masih ingin merokok, itu artinya Reward yang ingin dicapai bukan
‘rasa eneg hilang’, tapi sesuatu yang lain. Pikirkan lagi apa Reward yang tepat, karena itu akan menentukan
Routin barunya.

Perokok tersebut tidak bisa melakukan routine ‘Kunyah Permen’ di Reminder yang lain karena tidak
akan cocok dengan Reward yang diharapkan. Perokok tadi harus memastikan dulu masing-masing Reminder dan Rewardnya, baru bisa menentukan Routine yang baru secara keseluruhan sehingga bisa
menghentikan kebiasaan merokok secara total..

Ini yang kebanyakan salah dilakukan oleh perokok untuk berhenti merokok, membuat hanya aksi baru ( contoh: kunyah permen) setiap ingin merokok. Dan gagal total.

Hal ini berlaku untuk habit apapun yang ingin anda terapkan. Definisikan dulu benar-benar Reminder dan
Rewardnya. Baru lakukan Routinenya yang akan menciptakan Reward yang diharapkan.
Share on Google Plus

About Muhammad Ismail

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Post a Comment