Apa Yang Bisa Dipasarkan Di Facebook?

Apa Yang Bisa Dipasarkan Di Facebook?

Kadang ada yang bertanya, “Apa Yang Bisa Dipasarkan Di Facebook?”. Jawabannya, apa saja yang bisa dijual, termasuk diri Anda (marketing yourself) ☺. Facebook hanya alat menghubungkan Anda dengan orang lain. Apa pun bis dijual, baik menjual produk, jasa, maupun menjual diri. Yang dimaksud menjual diri (supaya tidak berpikiran yang nggak-nggak) adalah membranding diri Anda
menjadi seorang expert. Jika Anda sudah dianggap expert, nanti banyak orang yang menyewa jasa Anda.

Apa saja yang bisa dijual melalui facebook?
• Produk fisik: berupa buku, pakaian, aksesoris, parfum, makanan, dan sebagainya. Pada dasarnya semua produk bisa dijual dengan catatan mudah dikirim dalam jarak jauh.
• Produk digital: seperti ebook, video, software, data, kursus online, sekolah online, audio, dan sebagainya.
• Jasa: jasa desain web, desain rumah, jasa antar, dan sebagainya.

Jumlah tidak terbatas, Anda bisa menjual produk apa pun melalui facebook. Tapi facebook tidak selamanya menjual atau selling. Menjual adalah hanya bagian dari pemasaran. Banyak pebisnis yang menjadi facebook sebagai alat branding awareness. Mereka tidak menjual produk atau jasa secara tidak langsung melalui facebook. Dengan naiknya kesadaran akan brand atau merk produk kita,
sementara distribusi produk kita sudah bagus, maka penjualan akan meningkat.

Saya pernah menonton kisah sukses penjual bakso yang membangun brand melalui facebook. Dia tidak mungkin melayani pesanan bakso langsung via facebook. Tetapi setelah dia membangun brand di facebook, orang semakin mengenal kedai baksonya dan pengunjung pun semakin banyak. Dangangannya laris dengan cara membangun brand di facebook.

Tidak punya produk atau jasa? Gampang… sekarang banyak orang yang punya produk tetapi tidak bisa memasarkan. Kalau pun bisa, mereka tetap akan senang jika produknya lebih laku lagi. Jika Anda memiliki kemampuan pemasaran, Anda tidak perlu khawatir dengan produk atau jasa yang akan dijual. Sangat banyak sekali, tinggal bagaimana Anda bisa bekerja sama dengan pemilik produk.

Untuk produk digital ada sistem afiliasi dan reseller. Afiliasi artinya Anda bisa menjual produk orang lain dengan komisi tertentu. Sedangkan reseller Anda bisa membeli produk dengan lisensinya dan Anda jual kembali. Lisensi yang dimaksud tentu harus lisensi penjualan kembali atau apa yang disebut Resell Right, bukan hanya lisensi hak pakai.

Bagaimana dengan produk fisik? Sama saja. Afiliasi juga bisa. Misalnya dengan menjualkan produk amazon, Anda bisa menjual produk fisik dengan komisi tertentu. Atau Anda bisa membeli dalam jumlah banyak sehingga mendapat diskon besar dan menjual secara eceran. Ada juga sistem drop shipping, artinya pemilik produk yang menyiapkan dan mengirimkan produk dan Anda hanya memasarkannya saja.

Anda bisa mencari para pemilik produk dan jasa, kemudian ajak negosiasi agar produknya bisa Anda jualkan dengan keuntungan tertentu. Coba lihat jasa-jasa yang sedang sepi. Tawarkan kepada mereka bahwa Anda bisa memberikan client.

Cari toko yang sepi, tawarkan kepada mereka untuk menjual secara online. Atau silahkan gunakan google. Coba cari sebuah produk tertentu. Kemudian buka halaman 10 hasil pencarian. Biasanya halaman ini jarang dibuka orang, yang artinya website yang terdaftar disana sepi pengunjung. Tawarkan kerja sama.

Katakan bahwa Anda punya kemampuan memasarkan di facebook. Pertanyaanya, bagaimana agar orang lain mau bekerja sama dengan Anda? Jangan khawatir. Jika Anda sudah menguasai pemasaran, Anda akan mudah mendapatkan mitra kerja sama. Bahkan, seperti yang saya alami selama ini,
karena sudah memililiki halaman facebook dan group yang banyak, tawaran kerja sama malah berdatangan kepada saya tanpa dicari.

Jadi, kuncinya kuasai pasar, produk dan jasa akan berdatangan dan uang akan masuk ke rekening Anda.
Share on Google Plus

About HASAN SHADIQ

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Post a Comment