Mempersiapkan Produk Untuk Anda Jual di Facebook

Kita sudah mengetahui bahwa kalau mau mendapaktan uang dari Facebook, kita harus jualan. Oleh karena itu tentu saja kita butuh produk. Tetapi produk apa yang cocok dan sesuai untuk kita jual?

Ada dua tipe produk, yaitu :
· Tipe passionate.
· Tipe kebutuhan orang-orang.

Nah seperti apa tipe passionate ini?
Produk tipe passionate adalah produk yang berkaitan dengan bidang kesukaan/hobi seseorang. Ambil contoh penggemar kucing, nah produk yang passionate bagi penggemar kucing misalnya adalah makanan kucing.

Coba Anda pikirkan, penggemar kucing mana yang tidak butuh makanan kucing? Mereka membutuhkan makanan kucing untuk memberi makan kucing kesayangan mereka.
Mempersiapkan Produk Untuk Anda Jual di Facebook
Makanan kucing adalah produk yang passionate




Untuk mendapatkan produk passionate (produk yang berkaitan dengan gairah, hobi atau kesukaan) ini orang rela mengeluarkan uang dalam jumlah yang tidak tanggung-tanggung.

Contohnya ya makanan kucing tadi. Sekadar info, sekotak makanan kucing itu ada yang harganya 30 ribu Rupiah. Nah untuk seekor kucing tadi, sekotak itu hanya bisa tahan satu minggu. Bayangkan, dalam sebulan berarti butuh 4 kotak, kan? Itu artinya si penyuka kucing harus merogoh kocek sebesar 120 Ribu per bulan untuk biaya makanan kucingnya. 120 ribu Rupiah per bulan, kalau setahun berapa? 1.440.000, kalau sepuluh tahun? Kalikan saja.

Produk yang passionate ini sangat potensial untuk kita jual melalui Facebook. Jika Anda berani menjual produk passionate di Facebook, maka Anda bisa dapat uang yang sangat besar. Kenapa?

Karena orang yang sudah jatuh hati dengan suatu hobi/topik, ia akan rela mengorbankan waktu, tenaga bahkan uangnya untuk hobi tersebut. Ya contohnya si penggemar kucing tadi. Dalam sebulan saja ia rela keluar uang ratusan ribu Rupiah untuk memberi makan si kucing. Itu artinya kalau Anda membidik pasar yang passionate, pasar produk Anda sudah ada sudah jadi. Anda tinggal mempromosikan barangnya secara menarik kepada mereka.
Belum lagi, orang yang passionate itu suka khilaf kalau berbelanja. Contoh si penggemar kucing tadi. Ketika penggemar kucing jalan-jalan ke pet shop, mungkin tujuan awal mereka hanya mau membeli makanan kucing. TAPI ketika mereka melihat “ehh.. ada kalung bagus buat kucing aku”, mereka akan bilang ke mbak penjaga toko “mbak.. yang ini harganya berapa? Boleh deh beli ini sama makanan kucing merek A tadi.” Dia tidak hanya beli makanan kucing, tapi juga beli kalung kucing. Belum selesai sampai di situ, si penggemar kucing melihat kandang yang bagus buat kucingnya.. “Eh.. kasihan kucingku, bosen kali dia tinggal di kandang yang lama, gimana kalau beli baru?” Terus si penggemar kucing bilang ke mbak penjaga toko “mbak.. saya
baru gajian nih, boleh juga deh sekalian saya beli kandang ini.”. Lihat? Mereka awalnya hanya mau membeli satu produk saja, tetapi karena passionate tadi mereka jadi tergoda ketika melihat penawaran produk lain yang masih berkaitan dengan hobi mereka. Jadi kalau kita sebagai penjual, kita tidak hanya bisa menawarkan satu produk, ketika kita menawarkan beberapa produk sekaligus potensi penjualan produk kita akan meningkat.


Itu produk yang passionate, biasanya produk passionate ini berkaitan dengan hobi/kesukaan seseorang. Anda bisa coba berjualan produk passionate di Facebook.

Tipe produk yang kedua adalah produk yang menjadi kebutuhan orang-orang. Intinya produk ini hadir dengan tujuan memenuhi kebutuhan orang-orang. Contoh ada orang yang jerawatan, nah mereka butuh obat jerawat. Maka produk obat jerawat tadi adalah tipe produk yang menjadi kebutuhan.

Kalau seseorang nggak jerawatan buat apa dia beli obat jerawat. Beda dengan produk passionate, kalau produk passionate butuh nggak butuh orang bakal tetap beli karena ada sensasi kepuasan di sana. Ada banyak contoh produk-produk yang menjadi kebutuhan orang ini.

Contoh produk kebutuhan orang-orang ini misalnya : panduan belajar, obat, suplemen kesehatan, jasa penerjemah, dan lain-lain.

Kalau sepatu masuk produk apa mas J
Tergantung yang beli. Kalau seseorang beli sepatu karena mau dipakai untuk kegiatan dia, misal main futsal maka itu bisa jadi produk kebutuhan. Namun kalau produk sepatu dibeli dengan tujuan koleksi atau gaya-gayaan maka itu bisa jadi produk passionate.

Itulah pengenalan dasar tentang dua tipe produk di Facebook.

Sampai di sini saya harap Anda sudah tahu jenis produk apa yang akan Anda pasarkan di Facebook.
Nah kalau Anda sudah tahu jenis produk yang akan Anda pasarkan, maka selanjutnya mari kita mempersiapkan produk tersebut agar kita bisa segera berjualan dan mendapatkan uang dari Facebook.

Ada beberapa cara untuk mendapatkan produk supaya bisa kita jual di Facebook. Nah diantaranya sebagai berikut.
1. Dropship.
2. Bekerja Sama (Joint Venture/Afiliasi).
3. Memproduksi sendiri.
Mari kita bahas lebih jauh.

1 Dropship
Apa itu dropship?
Dropship adalah salah satu bentuk kerja sama dalam bisnis online, di mana kita bisa menjual suatu produk tanpa perlu memiliki stok atas produk tersebut.

Ketika kita menjalankan bisnis dropship, maka kita akan menjadi seorang dropshipper. Ilustrasinya seperti ini. Si Andi adalah seorang distributor sepatu. Nah kemudian Anda tertarik untuk menjual produk sepatu. Maka Anda bisa bekerja sama dengan si Andi. Tugas Andi adalah menyediakan produk untuk Anda jual, sementara tugas Anda adalah membantu si Andi memasarkan produk sepatu tersebut.

· Andi kita sebut sebagai vendor (yakni penyedia produk).
· Sementara Anda akan disebut sebagai dropshipper (orang yang melakukan kegiatan dropship).

Kemudian Anda mulai mempromosikan produk sepatu si Andi. 3 hari kemudian Anda mendapatkan pembeli. Pembeli tadi memesan produk sepatu Anda, tetapi dalam hal ini pembeli tidak tahu bahwa Anda hanya sebagai dropshipper.

Pembeli akan membayar sepatu itu ke Anda, nah barulah Anda membayar sepatu tadi ke Andi. Selanjutnya Andi akan mengirimkan produk sepatu tadi kepada pembeli atas nama Anda, sehingga pembeli mengira produk sepatu itu benar-benar produk Anda. Si Andi tugasnya adalah menyediakan produk dan mengirimkan produk itu. Sementara tugas Anda adalah mendapatkan pembeli untuk produk itu. Ya itulah dropship. Infografik berikut ini akan memberikan gambaran siklus bisnis dropship di internet.
Mempersiapkan Produk Untuk Anda Jual di Facebook
Dropship ini sangat cocok untuk pemula yang baru terjun ke bisnis online. Kenapa? Sebab modalnya relatif kecil dan resikonya juga kecil. Anda hanya perlu alat komunikasi seperti (hp, dan media sosial) untuk mempromosikan produk dropship Anda. Selain itu Anda tidak perlu menyetok produk, sehingga resiko kerusakan produk akan ditaggung oleh vendor.

Bagaimana supaya bisa berjualan online dengan menggunakan metode dropship?
· Yang pasti Anda harus mencari vendor/penyedia produk yang bisa Anda ajak bekerja sama. Vendor ini bisa Anda cari melalui rekomendasi teman, atau Anda yang mencarinya melalui internet (lewat Facebook, Twitter, ataupun forum-forum di internet). Tetapi yang pasti, harus ada kepercayaan antara Anda dengan vendor. Hubungan antara Anda dengan vendor juga harus baik, retak sedikit saja maka bisa-bisa bisnsis dropship Anda terancam.
· Setelah Anda mendapatkan vendor, dapatkan informasi yang cukup tentang produknya barulah Anda mulai bergerilya. Komponen yang Anda perlukan agar bisa memasarkan produk dropship adalah
· Foto produk. Untuk foto/gambar produk ini Anda bisa minta kepada vendor, atau Anda yang mengusahakan foto produknya sendiri.
· Informasi deskripsi produk. Anda juga harus punya product knowledge. Dengan memiliki pengetahuan tentang produk, Anda akan lebih mudah untuk melayani pembeli nantinya. Jangan sampai karena tidak punya pengetahuan tentang produk yang Anda jual, pembeli malah ragu untuk membeli produk Anda. Tertarik mencobanya? Silakan cari vendor dan produk dulu.

2. Bekerja Sama
Bekerja sama ini ada dua jenis, yaitu :
· Joint Venture.
· Afiliasi.

Joint Venture (JV) adalah bentuk kerja sama antara dua orang atau lebih untuk membentuk sebuah bisnis yang bisa menguntungkan keduanya/semua pihak. Ambil contoh ada dua orang, si A dan si B. Si A ini jago banget membuat website, tetapi sayangnya ia tidak punya modal untuk membuka sebuah perusahaan jasa website. Sementara di sisi lain ada si B, si B ini punya banyak uang (modal), lebih dari itu si B ini punya nama yang dikenal, plus punya relasi yang baik dengan berbagai perusahaan yang biasanya butuh jasa website.

Akhirnya A dan B sepakat untuk membentuk sebuah bisnis. Tugas si B adalah menyediakan modal, dan membuka relasi plus memasarkan jasa si A. Sementara si A tugasnya adalah membuat website. Jadi keduanya akan bekerja sama. Selanjutnya diantara mereka akan ada pembagian hasil.Begitulah kegiatan JV.
Anda bisa bekerja sama dengan orang lain. Jika Anda kesulitan dalam memproduksi produk, maka Anda bisa bekerja sama dengan orang yang bisa memproduksi produk tersebut.

Selanjutnya tugas Anda adalah memasarkan produk itu.

Ingat!!
Kalau Anda mau JV sama orang, Anda harus punya MODAL.
Modal ini bisa berupa uang, waktu, tenaga, keahlian, nama baik (reputasi) atau apapun deh yang bisa membantu mengembangkan sebuah bisnis.

Dalam JV, orang-orang mencari pribadi yang punya MODAL. Kalau ente kagak punya modal, apa
yang mau ente sumbangin ke partner JV Anda?

Untuk itu, sebelum membangun sebuah bisnis JV akan sangat baik kalau kita melengkapi diri dulu dengan PENGALAMAN. Kalau sekira pengalaman kita masih belum cukup, alternatifnya kita bisa pakai cara berikutnya.

Apa cara yang berikutnya?
Cara selanjutnya yang bisa Anda gunakan apabila Anda mau jualan online di Facebook adalah berafiliasi.
Apa itu afiliasi?

Afiliasi itu mirip seperti dropship, di mana kita bisa membantu memasarkan produk orang lain tanpa perlu menyetok barang. Tetapi bedanya di afiliasi kita tidak bisa sembarangan menentukan harga produk yang kita jual.

Jadi prinsipnya seperti ini.
Anggap si A adalah vendor (penyedia produk, misal produk sepatu). Nah Anda bisa membantu si A memasarkan produk sepatunya. Ketika ada orang yang membeli produk si A melalui promosi yang Anda lakukan, maka Anda akan mendapatkan komisi dari si A.

Komisi yang Anda dapatkan sangatlah tergantung dengan kebijakan si A. Sebelum Anda memasarkan produk si A, pasti sudah ada kesepatakan antara Anda dengan si A.

Nah agar bisa menjalankan kegiatan afiliasi semacam ini, maka Anda perlu bekerja sama dengan vendor. Namun jika kesulitan untuk menemukan vendor, Anda bisa memulai kegiatan afiliasi dengan memanfaatkan sejumlah program afiliasi yang ada saat ini.

Program afiliasi yang paling populer di dunia adalah program afiliasi dari Amazon.com dan Clickbank.com.
Kalau Amazon.com, mereka menyediakan banyak sekali produk untuk kita afiliasikan. Mulai dari produk barang/peralatan rumah tangga, buku, gadget, dan banyak lagi. Anda bisa cek langsung wesite Amazon di www.Amazon.com.
Mempersiapkan Produk Untuk Anda Jual di Facebook
Sementara Clickbank, produknya lebih fokus ke produk yang non fisik. Contoh produk yang banyak tersedia di Clickbank misalnya : ebook, video tutorial atau kursus online. Supaya jelas, lebih baik Anda langsung main ke situs Clickbanknya di www.Clickbank.com.



3 Memproduksi Sendiri
Nah kalau misalkan dari cara-cara yang tadi sudah saya sebutkan tidak ada yang pas sama Anda, maka solusinya ya Anda buat sendiri produk yang mau Anda jual. Dalam artian Anda menjadi produsen dari produk Anda.

Produk apa yang bisa Anda buat?
Ya tergantung kemampuan atau modal yang Anda miliki.
Kalau Anda termasuk orang yang punya kemampuan menulis, maka Anda bisa buat produk yang berupa jasa penulisan artike. Bisnis jasa penulisan artikel termasuk salah satu bisnis jasa yang populer dan potensial di internet.

Contoh lain, kalau misalkan nih Anda punya kemampuan desain yang baik, Anda jago main Photoshop atau Corel Draw maka Anda bisa buka jasa desain
Mempersiapkan Produk Untuk Anda Jual di Facebook
Main di bidang jasa desain juga lumayan, kalau untuk satu desain logo Anda bisa dibayar sampai 100 ribu, bayangkan kalau Anda bisa mendesain puluhan logo dalam sebulan. Tapi ya lagi-lagi, bisnis itu gak sekedar punya skill doang, harus ada ACTION-nya. Sebagus apapun skill kita kalau kita ga ACTION, gak terjun ke lapangan yah mana bisa.

Alternatif lain, kalau Anda nggak punya kemampuan yang bisa dijual, Anda bisa jual pengalaman yang Anda miliki. Contohnya kayak saya di KeajaibanMenulis.com. Saya menjual pengalaman dan pengetahuan yang saya miliki dalam bidang penulisan buku, ya saya menjualnya dalam bentuk panduan yang bisa dipelajari orang-orang.

Jadi orang ngebayar saya, bukan karena saya nulis buat mereka, tapi saya dibayar karena membagi dan sharing pengalaman saya dalam bidang penulisan buku yang mudah-mudahan bermanfaat bagi mereka.

Bisa dibilang, menjadi produsen untuk produk kita sendiri yang lumayan susah dan butuh proses. Kalau kita mau jual pengalaman, atau skill yang pasti jauh hari sebelum kita mulai jualan kita sudah harus punya komptensi/kemampuan di bidang tersebut.
Share on Google Plus

About Muhammad Ismail

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Post a Comment